Selasa, 09 Oktober 2018

PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN LANJUT USIA


Bella Winanda Putri
STr Keperawatan Lawang Tingkat 1
bellawinanda49@gmail.com


Abstrak : Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit yang banyak menyerang lansia yang disebabkan oleh hiperglikemia atau naiknya gula darah karena kekurangan sekresi insulin sehingga mengakibatkan gangguan metabolik pada tubuh. Faktor resiko dari diabetes melitus tipe 2 yaitu genetik, usia, kegemukan, jenis kelamin, dan pola hidup. Banyak yang beranggapan bahwa genetik adalah faktor resiko yang paling utama, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena pola hidup adalah yang menjadi penentu faktor utama. Jika tidak secara cepat ditangani, dapat memicu penyakit kronis lain yang dapat mengakibatkan komplikasi yang menyerang organ vital pada tubuh. Penderita diabetes melitus tipe 2 biasanya akan dilakukan suntik insulin, tetapi ada cara lain yang dapat dilakukan yaitu dengan pencegahan, penundaan, dan penghilangan faktor resiko. Diperlukan pemahaman terkait diabetes melitus tipe 2 terkait dengan penanganannya.

Kata Kunci : Diabetes melitus tipe 2, insulin, faktor resiko


Pendahuluan
Banyak penyakit yang menyerang manusia salah satu contohnya diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering dikenal dengan nama kencing manis dan menjadi ibu dari segala macam penyakit.
Diabetes melitus dibagi menjadi beberapa tipe, tetapi diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit yang sering diderita orang lanjut usia diantara beberapa penyakit yang lain. Hal ini dapat terjadi karena dalam masa lanjut usia akan mengalami perubahan fisik tubuh, dan mengalami penurunan fungsi kerja sistem organ.
Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya gangguan pada karbohidrat, protein dan lemak sehingga menyebabkan terjadinya hiperglikemia. Banyak yang menyalahkan faktor genetik sebagai pemicu penyakit diabetes melitus tipe 2, hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena pemicu penyakit tersebut tergantung dari pola hidup sehari hari.

Definisi Diabetes Melitus Tipe 2
Menurut ADA (dalam Soegondo 2009) diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik disertai karakteristik hiperglikemia yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau keduanya, sehingga menimbulkan berbagai penyakit komplikasi kronik pada bagian mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah.
Pendapat ini ditunjang dengan pendapat sebelumnya, menurut Depkes (2005) diabetes melitus tipe 2 atau DM Tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas atau gangguan fungsi insulin yaitu resistensi insulin.
“Penderita diabetes melitus tipe 2 mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup, tetapi glukosa gagal masuk ke dalam sel. Menjadi bergantung insulin jika penyakit berkembang parah sehingga insulin tidak mampu dihasilkan oleh tubuh.” (Lingga, 2012:3).
Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit yang banyak diderita pada lanjut usia. Jumlah penderita diabetes melitus terbesar berusia 40-60 tahun (IDF, 2011). Tidak heran jika banyak angka kematian setiap tahunnya. Bahkan menjadi penyebab angka kematian kedua setelah HIV/AIDS. Penyakit ini bahkan dinamakan dengan Mother of Disease.

Gejala Diabetes Melitus Tipe 2
Ada faktor tentu ada gejala yang ditimbulkan. Gejala penyakit diabetes melitus tipe 2 dibedakan menjadi dua yaitu gejala yang tampak dan gejala yang ditimbulkan. Gejala yang tampak seperti rasa haus berlebih, buang air kecil dalam jumlah yang banyak, sering letih tanpa sebab, timbul rasa gatal dan terjadi peradangan kulit menahun (Lanywati 2011:15). Gejala yang ditimbulkan adalah sebagai akibat, seperti penurunan berat badan drastis, timbul rasa kesemutan pada tangan dan kaki, timbulnya luka pada kaki dan tak kunjung sembuh, serta kehilangan kesadaran. Pengidap diabetes melitus tipe 2 memiliki kadar gula darah puasa melebihi 130 mg% dan kadar gula darah 2 jam setelah makan lebih dari 160 mg% (Tjokroprawiro 1986:2). Menurut Soegondo (2004) jika berlangsung menahun berpeluang besar mengakibatkan ketoasidosis ataupun hipoglikemia.

Faktor Penyebab Diabetes Melitus Tipe 2
            Banyak faktor yang mengakibatkan diabetes melitus tipe 2 banyak diderita pada lanjut usia. Faktor tersebut diantaranya keturunan, kegemukan, kekurangan gizi, sering mengkonsumsi obat obatan yang berkepanjangan sehingga menimbulkan efek samping terhadap tubuh, serta penyakit yang menyerang kelenjar endokrin (Ramaiah 2008:11).
Faktor keturunan, usia, dan kegemukan menjadi faktor utama. Resiko terkena penyakit tersebut besar jika ada garis keturunan keluarga yang mengidap penyakit tersebut. Selain itu, faktor usia sangat mempengaruhi karena dalam tahap proses penuaan, kinerja fungsi organ di dalam tubuh juga mengalami penurunan. Menurut Sunjaya (2009) dikarenakan adanya proses penuaan menyebabkan berkurangnya kemampuan sel β pankreas dalam memproduksi insulin. Diabetes melitus tipe 2 juga menyerang orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat, seperti kebanyakan mengkonsumsi makanan berlemak dan berkolesterol tetapi kandungan serat dan vitaminnya rendah (Sudarmoko 2005:11). Sebagian besar penderita diabetes melitus tipe  2 mengalami kelebihan berat badan karena penumpukan lemak dalam tubuh.
Selain itu, faktor stress juga mendapat andil yang besar. Penderita akan mengalami tekanan psikologi, untuk itu perlu adanya pengendalian psikologi. Menurut Notosoedirdjo & Latipun (dalam Azizah 2011) pada fase ini tugas lansia untuk melihat perjalanan hidupnya. Menurut Mitra (2008) manajemen stress sebaiknya dilakukan secara terus menerus, tidak hanya ketika tertekan.

Komplikasi Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2
Banyak penyakit yang timbul akibat diabetes melitus tipe 2. Menurut Tabrani (1995:15) komplikasi penyakit yang diakibatkan diantaranya penyempitan pembuluh darah jantung, penyakit pembuluh darah ginjal, penyempitan pembuluh darah otak, penyakit yang menyerang organ mata, terjangkitnya berbagai macam infeksi seperti infeksi tuberkulosis dan infeksi pada kaki.
Tidak jarang penderita diabetes melitus yang sudah parah menjalani amputasi anggota tubuh karena terjadi pembusukan (Depkes,2005). Hal ini dapat terjadi karena pasien mengalami keterlambatan pengobatan, sehingga ketika dibawa ke dokter kondisi penyakit pasien sudah akut.

Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2
Setiap penyakit tentu ada cara untuk mengobatinya. Menurut Ramaiah (2008:26 & 139), untuk mengobati diabetes melitus dengan beberapa cara, diantaranya melakukan suntik insulin, gaya hidup yang lebih sehat, olahraga secara rutin, menggunakan obat syzgium, jaborandi, gymnema sylvestra, uranium nitrat, asam fosforat, asam laktat, asam asetat serta fosfor, melakukan relaksasi diri, menjaga pola makan atau memodifikasi makanan, terapi air dan lumpur untuk meningkatkan fungsi pankreas dan kaki, menghilangkan racun.
Alangkah baiknya melakukan upaya agar tidak terjangkit penyakit diabetes melitus tipe 2. Diabetes melitus tipe 2 bisa dicegah, ditunda kedatangannya atau dihilangkan dengan mengendalikan faktor resiko (Kemenkes, 2010).
Faktor resiko terhadap penyakit tidak menular dibedakan menjadi dua, pertama adalah faktor resiko yang tidak dapat berubah seperti jenis kelamin, usia, dan faktor genetik. Faktor resiko kedua yang dapat diubah seperti kebiasaan merokok (Bustan, 2000). Cara pencegahan dan penanggulangan penyakit diabetes melitus tipe 2 adalah kesadaran individu, menjaga pola makan dan gaya hidup sehat didasari pengetahuan. Bisa juga dengan menjalankan diit diabetes tipe 2 (Tjokroprawiro 1999:17). Dengan adanya pengetahuan orang akan memiliki kesadaran dalam menjaga kesehatannya (Irawan, 2010). Peran penyuluhan penyakit ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi pasien dalam mengendalikan diabetesnya (Soegondo, 2004). Dalam upaya ini diperlukan kerja sama yang baik antara pasien dengan tenaga medis seperti perawat maupun tenaga medis yang lain terkait dengan komplikasinya.

Penutup
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penyakit diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit tidak menular dimana penderitanya mengalami kelebihan gula darah sehingga mengganggu fungsi kerja hormon insulin yang disebabkan bukan hanya karena faktor resiko genetik tetapi juga pola hidup yang tidak sehat. Untuk mencegah penyakit ini meliputi pencegahan, penundaan, penghilangan resiko, juga dapat dilakukan dengan pemahaman penyakit serta kembali pada kesadaran pola hidup sehat pada masing masing individu, dan untuk hasil yang akurat dapat dilakukan dengan deteksi dini melalui pemeriksaan laboratorium. Diabetes melitus tipe 2 tidak dapat disembuhkan secara total, tetapi dapat dikendalikan penyebarannya agar tidak menyebabkan komplikasi akut.


Daftar Rujukan

Azizah, L.M. 2011. Keperawatan Lanjut Usia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Bustan. 2010. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Irawan, D. 2010. Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Daerah Urban Indonesia (Analisa Data Sekunder Riskesdas 2007). Thesis Universitas Indonesia.
Kanza, F. 2016. Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Ny.S (70 Tahun) Dengan Diabetes Melitus di Ruang Mawar Panti Wredha Harapan Ibu Ngaliyan Semarang. Semarang: Jurnal Kesehatan. 1-106.
Lanywati, E. 2011. Diabetes Mellitus Penyakit Kencing Manis. Yogyakarta: Arcan.
Lingga, L. 2012. Bebas Diabetes Tipe-2 Tanpa Obat. Jakarta: PT Agro Media Pustaka.
Mitra, A. 2008. Diabetes and Stress. A Review Ethno-Med 2(2): 131-135.
Ramaiah, S. 2008. Diabetes. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.
Sanjaya, I.N. 2006. Pola Konsumsi Makanan Tradisional Bali Sebagai Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe II di Tabanan. Bali.
Soegondo, S., Soewondo, P. & Subekti, I. 2009. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI.
Sudarmoko, A. 2005. Tetap Tersenyum Melawan Diabetes. Yogyakarta: Atma Media Press.
Tabrani. 1995. Kencing Manis. Jakarta: Arcan.
Tjokroprawiro, A. 1999. Diabetes Mellitus Klasifikasi, Diagnosis, dan Terapi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Tjokroprawito, A. 1986. Diabetes Mellitus dan Macam-Macam Diet Diabetes B, B1, B2, B3 dan Be. Surabaya: Lembaga Penerbitan Universitas Airlangga.
Trisnawati, S.K., Setyorogo, S. 2013. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jakarta: Jurnal Ilmiah Kesehatan. 6-11.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar