Bella Winanda
Putri
STr Keperawatan
Lawang Tingkat 1
bellawinanda49@gmail.com
Sebagai mahasiswa tidak
terlepas dari kegiatan tulis-menulis, seperti pembuatan artikel ilmiah, makalah
hingga tugas akhir skripsi. Artikel ilmiah merupakan karya manusia didasari
pengetahuan, sikap dan cara berpikir ilmiah yang dituangkan dalam bentuk tulisan
dengan cara ilmiah pula (Ulfiatin, 1999). Di dalam menulis sebuah artikel
maupun karya tulis ilmiah haruslah berdasarkan dengan referensi. Akan tetapi
masih banyak dijumpai kegiatan pembajakan karya cipta orang lain yang lebih
dikenal sebagai plagiarisme. Plagiarisme adalah menggunakan kata kata atau
kalimat hasil karya orang lain tanpa mencantumkan sumber informasi yang jelas. Orang
yang mengambil karangan orang lain dan disiarkan sebagai karangan sendiri
disebut sebagai plagiator (Widyartono, 2012).
Ada beberapa jenis
plagiarisme menurut Marshall & Rowland (dalam Suganda 2006:162) berdasarkan
niatnya, ada dua jenis plagiarisme, yaitu plagiarisme yang dilakukan dengan
sengaja (deliberate) dan plagiarisme yang dilakukan tanpa sengaja (accidental).
Menurut Ulum (2014) plagiarisme sengaja (deliberate plagiarism) adalah tindakan
plagiarisme dengan niat untuk mencuri atau sengaja menjiplak karya orang lain
secara sadar demi kepentingan diri sendiri dan untuk kepentingan jangka pendek.
Plagiarisme tidak sengaja (inadvertent plagiarism) adalah plagiarisme yang
terjadi karena ketidaktahuan (ignorancy) terutama dalam cara menggunakan
dokumentasi, mengutip dan melakukan parafrase. Menurut Hexam (dalam Suganda,
2006:162), seseorang dianggap sudah melakukan plagiarisme jika dalam tulisannya
ia telah menggunakan lebih dari empat kata yang diambilnya dari suatu tulisan
orang lain, padahal dalam tulisannya tersebut ia tidak menyertakan tanda kutip.
Untuk menghindari
praktik plagiarisme, seseorang haruslah terlebih dahulu memahami apa yang
dimaksud dengan plagiarisme, bagaimana tata cara penulisan artikel ilmiah,
karya tulis ilmiah dan lain sebagainya secara baik dan benar. Cara menulis
artikel ilmiah yang baik dan benar diantaranya yaitu haruslah ada sumber
referensi dari sumber yang terpercaya. Referensi dapat diperoleh melalui buku,
jurnal maupun lewat website online seperti google scholar, garuda ristekdikti,
researchgate dan doaj.
Selain itu adalah
dengan menggunakan kutipan jika mengutip
kata kata atau kalimat dari karya orang lain. Penulisan kutipan ada dua yaitu
kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Menurut Widyartono (2015:18),
kutipan langsung memiliki tiga model yaitu kutipan ringkas <40 kata, kutipan
ringkas yang terdiri dari 41-250 kata dan kutipan panjang yang sebagian
dihilangkan. Kutipan langsung adalah kutipan salin timpa yang kata kata atau
kalimatnya sama persis dengan orang lain dengan mencantumkan sumber informasi
yang jelas mengenai penulis. Sedangkan kutipan tidak langsung adalah kegiatan
salin timpa ide orang lain yang ditulis menggunakan kalimat sendiri tanpa
menghilangkan ide dari sang penulis, disertai dengan sumber informasi penulis
yang jelas.
Selain hal di atas
selanjutnya adalah dengan menuliskan daftar rujukan. Daftar rujukan berisi
tentang nama penulis, tahun pembuatan artikel ilmiah, judul, kota dan penerbit.
Dengan menuliskan daftar rujukan maka telah menuliskan identitas informasi yang
jelas terhadap artikel ilmiah yang telah dikutip.
Di website terdapat
banyak aplikasi untuk memeriksa presentase plagiasi. Artikel ilmiah yang telah
ditulis dapat diperiksa terlebih dahulu berapa presentase plagiarismenya dengan
menggunakan salah satu aplikasi di website. Apabila presentasenya cukup tinggi
maka karya tersebut haruslah di revisi, sebelum diunggah ke salah satu media
sosial.
Cara yang dapat
memperkecil terjadinya plagiarisme yaitu dengan menghargai karya orang lain,
melakukan sebuah parafrasa, bantuan piranti lunak serta dengan dilakukan
pengarahan (Wibowo, 2012). Jadi dengan kiat kiat yang telah dijelaskan dapat
dijadikan cara untuk menulis artikel ilmiah yang bebas dari plagiarisme dan
dapat bermanfaat bagi sesama.
Daftar Rujukan
Suganda,
T. 2006. Perihal Plagiarisme Dalam
Artikel Ilmiah. Bandung: Agrikultura. 161-164.
Ulfiatin,
N. 1999. Penulisan Karya Ilmiah.
Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
Ulum,
S. 2014. Analisis plagiarisme penulisan
skripsi mahasiswa lulusan tahun 2010 Jurusan Akuntansi Perguruan Tinggi X di
Kota Malang. Skripsi (Sarjana). Universitas Negeri Malang: Program Studi
Pendidikan Akuntansi.
Wibowo,
A. 2012. Mencegah dan Menanggulangi
Plagiarisme di Dunia Pendidikan. Jakarta: Kesehatan Masyarakat Indonesia.
Vol. 6 No. 5: 195-200.
Widyartono,
D. 2012. Plagiat, (Daring), (http://didin.lecture.ub.ac.id/keterampilan-menulis/plagiat#more-747),
diakses 8 Oktober 2018.
Widyartono,
D. 2015. Panduan Menulis Karya Ilmiah Di
Perguruan Tinggi. Malang: Universitas Negeri Malang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar