Bella
Winanda Putri
STr
Keperawatan Lawang Tingkat 1
bellawinanda49@gmail.com
Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, etnis, agama, budaya dan
bahasa. Bahasa adalah media untuk menyampaikan gagasan dan konsep. Sesuai
dengan kodratnya sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi.
Oleh karena itu diresmikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan negara
Indonesia yang dapat menjunjung tinggi derajat dan martabat bangsa. Peresmian
bahasa Indonesia tertuang dalam ikrar ketiga Sumpah Pemuda.
Walaupun bahasa Indonesia telah resmi menjadi bahasa nasional, tetapi banyak masyarakat Indonesia
yang menggunakan bahasa daerah karena sudah terbiasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan penggunaan bahasa Indonesia dirasa hanya untuk kepentingan formal.
Bahasa Indonesia alat pemersatu bangsa yang harus dijunjung
tinggi penggunaannya. Tetapi banyak ditemukan kesalahan penggunaan bahasa
Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku. Terlebih ilmu
pengetahuan dan teknologi yang berkembang sangat pesat, ditandai dengan
banyaknya media sosial yang mudah diakses menggunakan internet. Hal tersebut
tentu menimbulkan dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak negatif
yaitu kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia.
Generasi muda sekarang sering menggunakan bahasa gaul dan bahasa Internasional,
agar berpredikat sebagai remaja kekinian. Dapat dijumpai pada media sosial
seperti Whatsapp, BBM, Facebook, Twitter, Instagram, Line dan sebagainya. Mirisnya
generasi muda beranggapan bahwa bahasa gaul terkesan lebih santai, tidak kaku,
lebih mudah dimengerti, dan tidak ketinggalan zaman, dibandingkan dengan bahasa
Indonesia yang terkesan kaku dan formal.
Guna menjalin hubungan dengan negara lain, institusi, lembaga bahkan
sekolah dituntut untuk mahir menggunakan bahasa Internasional. Contoh mata
pelajaran wajib bahasa Internasional di sekolah seperti bahasa Inggris, bahasa
Jerman, bahasa Jepang dan sebagainya. Keterbiasaan tersebut yang menyebabkan
penggunaan bahasa Internasional marak digunakan dalam bahasa sehari-hari. Jika
dibiarkan, cepat atau lambat bahasa Indonesia dapat terkikis oleh bahasa lain. Apalagi
jika penggunaan bahasa tersebut sudah mendarah daging pada generasi muda,
sehingga sangat sulit untuk mengembalikan bahasa Indonesia menjadi bahasa jiwa
bangsa.
Sebagai generasi muda, wajib menjunjung tinggi bahasa Indonesia. Yang
paling sederhana yaitu kesadaran pada diri sendiri dalam menyikapi pengaruh budaya asing agar tidak
melunturkan bahasa dan budaya bangsa. Sudah menjadi tugas generasi muda untuk
bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kalau bukan generasi
muda siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia agar tidak terkikis seiring
perkembangan zaman. Ayo marilah bersama sama mengenal jati diri bangsa dengan
mencintai bahasa Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar