Selasa, 09 Oktober 2018

MENGENAL JATI DIRI BANGSA DENGAN MENCINTAI BAHASA INDONESIA



Bella Winanda Putri
STr Keperawatan Lawang Tingkat 1
bellawinanda49@gmail.com


Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, etnis, agama, budaya dan bahasa. Bahasa adalah media untuk menyampaikan gagasan dan konsep. Sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi. Oleh karena itu diresmikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan negara Indonesia yang dapat menjunjung tinggi derajat dan martabat bangsa. Peresmian bahasa Indonesia tertuang dalam ikrar ketiga Sumpah Pemuda.
Walaupun bahasa Indonesia telah resmi menjadi bahasa nasional, tetapi  banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan bahasa daerah karena sudah terbiasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan penggunaan bahasa Indonesia dirasa hanya untuk kepentingan formal.
Bahasa Indonesia alat pemersatu bangsa yang harus dijunjung tinggi penggunaannya. Tetapi banyak ditemukan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku. Terlebih ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sangat pesat, ditandai dengan banyaknya media sosial yang mudah diakses menggunakan internet. Hal tersebut tentu menimbulkan dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak negatif yaitu kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia.
Generasi muda sekarang sering menggunakan bahasa gaul dan bahasa Internasional, agar berpredikat sebagai remaja kekinian. Dapat dijumpai pada media sosial seperti Whatsapp, BBM, Facebook, Twitter, Instagram, Line dan sebagainya. Mirisnya generasi muda beranggapan bahwa bahasa gaul terkesan lebih santai, tidak kaku, lebih mudah dimengerti, dan tidak ketinggalan zaman, dibandingkan dengan bahasa Indonesia yang terkesan kaku dan formal.
Guna menjalin hubungan dengan negara lain, institusi, lembaga bahkan sekolah dituntut untuk mahir menggunakan bahasa Internasional. Contoh mata pelajaran wajib bahasa Internasional di sekolah seperti bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Jepang dan sebagainya. Keterbiasaan tersebut yang menyebabkan penggunaan bahasa Internasional marak digunakan dalam bahasa sehari-hari. Jika dibiarkan, cepat atau lambat bahasa Indonesia dapat terkikis oleh bahasa lain. Apalagi jika penggunaan bahasa tersebut sudah mendarah daging pada generasi muda, sehingga sangat sulit untuk mengembalikan bahasa Indonesia menjadi bahasa jiwa bangsa.
Sebagai generasi muda, wajib menjunjung tinggi bahasa Indonesia. Yang paling sederhana yaitu kesadaran pada diri sendiri  dalam menyikapi pengaruh budaya asing agar tidak melunturkan bahasa dan budaya bangsa. Sudah menjadi tugas generasi muda untuk bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kalau bukan generasi muda siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Indonesia agar tidak terkikis seiring perkembangan zaman. Ayo marilah bersama sama mengenal jati diri bangsa dengan mencintai bahasa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar